Tentu π Ini dongeng yang hangat dan mudah dipahami anak-anak.
Kiko si Kelinci yang Takut Gelap
Di sebuah hutan yang hijau dan asri, hiduplah seekor kelinci kecil bernama Kiko. Bulunya putih lembut seperti kapas, dan matanya merah jambu berkilau. Kiko sangat suka bermain saat pagi dan siang hari. Ia berlari-lari mengejar kupu-kupu, melompat di antara bunga, dan bermain petak umpet bersama teman-temannya.
ππDownload Disiniππ
Namun, Kiko punya satu masalah besar.
Ia sangat takut pada gelap.
Setiap kali matahari mulai tenggelam dan langit berubah jingga, Kiko akan segera berlari pulang. Saat malam tiba dan hutan menjadi gelap, Kiko bersembunyi di dalam lubangnya sambil menutup mata rapat-rapat.
“Gelap itu menakutkan… pasti ada monster!” pikir Kiko.
Suatu malam, angin bertiup cukup kencang. Daun-daun bergesekan dan terdengar suara “srek… srek…”. Kiko gemetar di dalam lubangnya.
Tiba-tiba terdengar suara lembut.
“Halo, Kiko. Kenapa kau gemetar?”
Ternyata itu Lala si kunang-kunang. Tubuhnya kecil, tapi bercahaya terang.
“Aku takut gelap,” jawab Kiko pelan.
Lala tersenyum. “Tapi lihatlah, malam juga punya keindahan.”
“Keindahan?” Kiko mengintip sedikit dari lubangnya.
Lala mengajak Kiko keluar perlahan. Awalnya Kiko ragu, tetapi ia memberanikan diri. Di luar, ia melihat langit penuh bintang berkelip-kelip. Bulan bersinar lembut. Banyak kunang-kunang terbang seperti lampu kecil yang menari di udara.
“Wah… indah sekali,” bisik Kiko kagum.
“Gelap bukan berarti menakutkan,” kata Lala lembut. “Kadang kita hanya belum mengenalnya.”
Sejak malam itu, Kiko tidak lagi bersembunyi setiap matahari terbenam. Ia mulai menikmati langit malam bersama Lala dan teman-teman kunang-kunangnya.
Kiko belajar bahwa keberanian bukan berarti tidak takut, tetapi berani mencoba meski merasa takut.
Dan hutan pun terasa lebih indah—siang maupun malam.
Tamat.
Kalau mau, aku bisa buatkan dongeng dengan tema tertentu, misalnya tentang persahabatan, kejujuran, atau petualangan di laut π✨
Tidak ada komentar:
Posting Komentar