" Lentera di Ujung Hutan"
Pada zaman dahulu, di sebuah desa kecil yang dikelilingi hutan lebat, hiduplah seorang anak bernama Luma. Ia terkenal sederhana, tapi punya satu kebiasaan aneh: setiap malam ia menyalakan lentera kecil dan menaruhnya di jendela.
“Untuk siapa lentera itu?” tanya warga desa.
๐๐Download Disini๐๐
“Untuk siapa pun yang tersesat,” jawab Luma sambil tersenyum.
Suatu malam, badai besar datang. Petir menyambar, angin meraung, dan hutan terasa semakin gelap. Tiba-tiba, terdengar ketukan pelan di pintu Luma. Di sana berdiri seorang nenek tua dengan pakaian basah kuyup dan mata yang bersinar lembut.
“Bolehkah aku berteduh?” tanyanya.
Luma mempersilakan tanpa ragu. Ia memberi nenek itu teh hangat dan selimut. Pagi harinya, nenek itu menghilang—namun di meja tertinggal sebuah biji berkilau seperti emas.
Ketika Luma menanam biji itu di depan rumahnya, tumbuhlah sebuah pohon bercahaya. Setiap malam, pohon itu bersinar terang, menerangi jalan bagi siapa pun yang lewat hutan. Desa yang dulu sering kehilangan pelancong kini menjadi tempat paling aman.
Beberapa orang bilang nenek itu adalah penjaga hutan.
Yang lain bilang ia hanyalah ujian kecil bagi hati manusia.
Namun satu hal pasti:
karena kebaikan kecil Luma, cahaya besar lahir untuk banyak orang.
Ppp
BalasHapusgacor
BalasHapusCAparuni
BalasHapus